Era Food Gathering dan Empat Kuadran Kuliner

Robert T. Kiyosaki membagi manusia menjadi 4 kuadran secara finansial (cashflow quadrant), dan mengajak agar berpindah dari sisi kiri ke sisi kanan.

The 4 Culinary Quadrant

The 4 Culinary Quadrant

Beberapa puluh abad yang lalu, manusia berburu makanan; atau sering kita kenal dengan era ‘food gathering’. Ternyata era ini berulang lagi dalam kehidupan kita di abad 21 ini.

Seberapa sering anda makan dirumah? Apakah anda lebih sering makan diluar daripada memasak sendiri?

Sebagian besar dari kita telah kembali ke era food gathering, seperti nenek moyang kita dulu. Kita jarang lagi menanam jagung di kebun kita, atau menyemai kentang di ladang kita. Kalaupun kita berkebun atau bercocok tanam, itu pastilah hobi, atau bagian dari bisnis kita. Kita jarang sekali bisa memasak apa yang kita tanam. 

Manusia kembali berburu untuk makanan.

Bedanya, dulu pilihan berburu sangat terbatas, jadi manusia cenderung tidak pilih-pilih ketika berburu. Mana ada, mana sikat!

Di era food gathering abad 21, manusia dijejali dengan begitu banyak pilihan makanan. Dari kaki lima sampai restoran mewah, dari makanan lokal tradisional sampai gerai modern franchise dari negara lain, dan masih banyak lagi pengkategorian makanan yang ada di sekitar kita.

Saya mencoba membagi bagaimana manusia sebagai makhluk konsumsi memutuskan apa yang akan menjadi “buruannya” berupa apa yang dia makan dan minum menjadi empat kuadran yaitu:

1. The Common (C)
2. Price Comparative (P)
3. Sense Seduction (S)
4. As Destination (D)

Akan saya coba bahas satu persatu;

Kuadran pertama: The Common (C)

Kuadran pertama yaitu The Common (C), adalah ketika kita pergi ke sebuah restoran-yang-entah-dimana dan memiliki daftar menu panjang, lalu memilih menu NASI GORENG dan ES TEH (berlaku apabila anda orang Indonesia pada umumnya, tentunya). Atau misal ketika kita berada di Paris, lalu masuk ke McD, karena bingung menentukan pilihan makanan, sedangkan kita sudah sangat lapar.

Yang dimaksud di kuadran C adalah kondisi pemilihan menu yang sudah umum anda konsumsi, yang anda sudah tahu persis atau ‘kira-kira’ rasanya seperti apa. Kita main aman, tidak mau ambil resiko akan rasa makanan baru, ataupun untuk harus membayar harga yang (mungkin) terlalu mahal.

Kuadran kedua: Price Comparative (P)

Price comparative (P) adalah kuadran dimana ketika kita berada di sebuah tempat dan dengan berbagai macam makanan dan harga, atau ketika di restoran disodori daftar menu, dengan harga yang bervariasi. Kita kemudian membandingkan harga-harga tersebut dan menghitung dengan asas ekonomi, apa yang sekiranya cocok dengan kantong atau budget berapa yang kita ingin keluarkan untuk acara makan tersebut, itulah yang kita pilih. 

Kuadran ketiga: Sense Seduction (S)

Kuadran berikutnya adalah Sense Seduction (S) dimana terletak kondisi ketika kita membaui aroma terasi yang ditumis, atau sate yang dibakar disebuah jalan, lalu tiba-tiba kita merasa lapar ingin makan sate. Putar balik, sampailah kita ke warung sate tersebut.

Iklan makanan dijalan, melihat orang lain sedang makan makanan tertentu, atau  mendengarkan cerita yang berhubungan dengan makanan sehingga membuat kita lapar dan ingin makan, melihat gambar sebuah makanan di buku menu dan memilihnya, adalah kondisi-kondisi yang bisa menyebabkan kita berada di kuadran S ini.

Kuadran keempat: As Destination (D)

Kuadran terakhir adalah As Destination (D). Kondisi semisal; ketika kita sejak bangun tidur dirumah, sudah membayangkan ingin makan bakmi jawa Mbah Mo nanti malam. Bakmi Mbah Mo sebagai tujuan spesifik apa yang kita makan. 

Kondisi D ini sebenarnya adalah efek kumulatif dari ketiga kuadran yang lain. Kita sudah tahu persis seperti apakah bakmi jawa tersebut (C), kita sudah tahu kira-kira berapa harganya (P), dan kita sudah bisa membayangkan rasa, warna, bentuk dan aromanya (S).

Artikel berikutnya akan membahas tentang case study penggunaan 4 Culinary Quadrant ini dalam bisnis kuliner.

8 Responses to “Era Food Gathering dan Empat Kuadran Kuliner”


  1. 1 Sang Pejuang December 14, 2008 at 8:59 pm

    Hmm….kok bayangan saya kayak analisis SWOT ya pak?
    Cuma diaplikasikan di dalam bisnis kuliner.

  2. 2 galing December 17, 2008 at 3:22 pm

    andy, you’re a genius . . .

  3. 3 ahmed December 21, 2008 at 3:06 am

    Luar Biasa!!! ide-ide segar seperti ini kadang mampu memukau. Terutama bagiku.

    Bagaimana tidak. Selama ini aku hanya kenal cashflowquadran Robert, namun ada kulinerquadrant seperti yang Pak Andy tulis.

    Dengan sepenuh kerendahan hati, saya menghaturkan kekaguman. Karena memang benar demikian adanya. Seolah-olah hidup ini adalah sebuah siklus.

    Perilaku manusia masa silam, seolah terjadi kembali di masa sekarang. Siklus pola hidup sudah berada pada titik balik.

    Hormat saya,
    Ahmed
    http://www.andapastibisa.co.cc/

  4. 4 Erni May 28, 2010 at 9:39 am

    Wah ………. boleh dong saya ambil utk dipelajari di sekolah saya

  5. 5 eyvitamaylinda August 31, 2010 at 12:21 pm

    maksudx gmana kog gug ada food gathering adalah . . .

  6. 6 Info Kuliner Malang May 31, 2015 at 12:36 pm

    We are incredibly gracious for your article that you just developed, since to me ones article incredibly exciting and extremely practical, When i introduce doodlekit by Philippines, I must be considered a get good at doodlekit that you, you need to aid along with service so that When i might be a good doodlekit that you.


  1. 1 Era Food Gathering dan Empat Kuadran Kuliner | HengkyChu.CO.CC Trackback on December 14, 2008 at 7:57 pm
  2. 2 Empat Kuadran Kuliner dan Aplikasinya dalam Bisnis Kuliner (1) « AndyLicate - Bisnis Kuliner | Konsep | Teknologi dibaliknya Trackback on April 10, 2009 at 4:18 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Bisnis | Kuliner

Blog pribadi ini membahas tentang dunia kuliner dari berbagai aspek; review tentang rasa ataupun kupasan bisnis serta teknologi didalamnya.

December 2008
M T W T F S S
« Sep   Apr »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

%d bloggers like this: