Bagaimana Memupuk Semangat Entrepreneurship

Beberapa nasihat orang bijak menyatakan bahwa kalau anda apabila anda ingin melihat masa depan anda, maka lihatlah orang-orang yang ada disekitar anda. Jadi, ketika anda ingin sukses, maka buatlah orang-orang disekeliling anda agar mendukung anda.

Yang menjadi masalah kemudian, ada banyak kasus seseorang akan habis energinya hanya untuk meyakinkan orang-orang disekelilingnya agar mendukung mindsetnya. Nah, saya akan mencoba memaparkan trik tentang ‘manajemen dukungan’ ini.

Pertama-tama bayangkan bahwa diri anda adalah sebuah planet, dan ada beberapa ring dalam kehidupan sehari-hari anda, dengan anda sebagai center-of-gravity nya. Saya jelaskan bagaimana kira-kira pengelompokan ring tersebut:

Ring Pertama:
(Kuantitas tinggi, Influence Level tinggi)
Anda bisa menganalogikan ring ini sebagai atmosfer planet anda. Ini adalah orang-orang yang paling terdekat anda. Orang-orang dalam ring ini kebanyakan adalah istri/suami anda, keluarga anda, atau pacar maupun sahabat anda (apabila anda masih kuliah dan tinggal di kost/kontrakan rumah diluar kota). Anda bertemu orang-orang di ring ini ketika anda pulang ke tempat tinggal anda, dalam kondisi santai dan sedang dalam ‘state’ beristirahat.

Ring Kedua:
(Kuantitas sedang, Influence Level sedang)
Adalah orang-orang yang anda temui disiang hari, ketika anda kuliah, bekerja ataupun beraktivitas. Ini bisa berisi rekan kerja anda, teman kuliah anda, bos anda, sekretaris anda ataupun karyawan anda jika anda berstatus sebagai pengusaha. Orang-orang dalam ring ini anda temukan dalam ‘regular basis’, sebagai sebuah rutinitas.

Ring Ketiga:
(Kuantitas rendah, Influence Level tinggi)
Adalah orang-orang yang bisa anda temui di sela-sela aktifitas anda. Ini bisa berarti teman main golf anda, kolega bisnis, ataupun bahkan pengarang yang bukunya selalu anda baca. Anda bertemu orang-orang ini dengan waktu yang lebih sedikit, tapi pengaruhnya ke mindset anda lebih tinggi.

Yang dimaksud disini sebagai “influence level” adalah tingkat pengaruh terhadap mindset dan semangat entrepreneurship kita.
Pengalaman menunjukkan bahwa hambatan yang paling banyak ditemui ketika seseorang ingin melompat dari kuadran karyawan ke kuadran entrepreneur justru adalah dari orang-orang terdekat kita. Banyak yang kemudian menyangsikan kemampuan kita, menyangsikan ide-ide kita, atau bahkan tidak percaya bahwa menjadi entrepreneur adalah sesuatu yang mungkin bagi kita. Lebih parah lagi bila menganggap menjadi pengusaha adalah bukan “profesi” yang mulia.

Nah, untuk memupuk semangat entrepreneurship, kita perlu mempelajari karakter yang berbeda dari ketiga ring tersebut agar kita bisa sukses dimasa depan. Apalagi bagi orang-orang yang baru saja terjun kedunia bisnis, hal ini sangatlah penting untuk anda.

Bicarakanlah visi anda.

Potensi hambatan terbesar untuk bisnis anda justru ada pada mindset orang-orang pada Ring Pertama anda. Anda hampir bisa dipastikan akan (atau sudah) menjadi entrepreneur yang sukses apabila dikelilingi oleh Ring Pertama yang mendukung visi dan misi anda, serta selalu mensupport dan menghibur anda apabila anda gagal dalam bisnis anda.

Tapi apabila Ring Pertama anda tidak mensupport visi dan semangat entrepreneurship anda, ini adalah hambatan mental terbesar anda. Karena anda tidak bisa memilih seenaknya siapa yang berhak berada di Ring Pertama anda, maka PR anda adalah harus meyakinkan dan mendapatkan dukungan dari orang-orang di Ring ini.

Bicarakanlah visi anda, lalu jelaskan bahwa tekad anda sudah bulat untuk memilih jalur sebagai pengusaha, serta tekankan kalau anda tidak akan bisa berhasil tanpa dukungan mereka, orang-orang di Ring Pertama anda.

Janganlah terlalu dipikirkan.

Untuk Ring Kedua, anda tidak perlu terlalu pusing memikirkan bagaimana harus meyakinkan mereka. Boleh-boleh saja untuk berbicara panjang lebar mengenai visi besar anda sebagai seorang entrepreneur, tapi jangan sampai terlalu banyak membuang-buang waktu disini. Kalau mereka tidak terlalu mendukung anda atau sekedar tidak peduli, janganlah terlalu anda pikirkan.

Kemudian Ring Ketiga, disinilah anda bisa dengan bebas menentukan siapa saja orang-orang yang masuk kesini. Anda bisa memilih dengan siapa anda hang-out tiap weekend, siapa yang anda undang untuk pesta BBQ, ataupun siapa yang menjadi partner main golf anda, dan anda bisa memilih untuk baca buku apa diwaktu luang anda.

Buanglah yang tidak perlu.

Di Ring Ketiga ini, pilihlah orang-orang yang akan mendukung visi dan misi anda sebagai pengusaha. Berkumpullah dengan para pengusaha juga. Ikutlah gathering antar pengusaha. Jika anda melihat atau mendengar para pengusaha mengadakan acara, datanglah kesana. Jalinlah relasi bisnis dengan kolega yang akan mendukung usaha anda. Minimalkan, atau bahkan buanglah orang-orang yang akan menghambat ataupun berpotensi untuk tidak mendukung jiwa entrepreneur anda. Ingat, pada Ring Ketiga ini kuantitas waktu bertemu anda hanya sedikit, tapi justru pengaruhnya besar untuk anda.

Ingat, hambatan mental oleh ketiga ring ini terjadi sangat besar hanya ketika di awal anda ‘banting stir’ jadi seorang entrepreneur. Yakinlah, ketika anda sudah bisa menunjukkan bagaimana ide anda bisa membuahkan hasil, seluruh semesta akan mendukung anda. Percayalah, saya sudah mengalaminya.

Okay, ringkasan dari paparan saya diatas adalah:

– Yakinkanlah orang-orang pada Ring Pertama anda untuk selalu mendukung anda.
– Janganlah terlalu banyak membuang waktu dan energi untuk memikirkan apa pendapat Ring Kedua anda, apalagi untuk mengubahnya.
– Pilihlah orang-orang yang berada Ring Ketiga anda, hanya untuk yang mendukung anda.

Dengan cara begini, akan lebih efektif dan efisien untuk memupuk jiwa dan semangat entrepreneurship anda.

3 Responses to “Bagaimana Memupuk Semangat Entrepreneurship”


  1. 1 subandono setiawan (iwan) September 17, 2008 at 1:17 pm

    ok boss andi saya sutuju dengan artikel ini, hebat dan sukes dengan foodfezt nya

  2. 2 christiana ishak February 25, 2010 at 3:49 pm

    Masukan yang berharga sekali buat saya yang ingin sekali belajar bisnis tapi gak punya nyali, walaupun keluarga saya (ayah dan adik laki2) adalah orang2 yang berkecimpung di dunia wiraswasta yang cukup berhasil.
    Sebenarnya suami (yang kebetulan seorang pegawai) mendukung bahkan menyuruh saya untuk berbisnis. Tapi saya selalu ragu (takut mungkin) tidak bisa menjalankan bisnis itu secara serius, karena kuatir dengan waktu yang harus saya sediakan untuk membangun bisnis tersebut, belum lagi betapa sibuknya saya nanti (padahal saya termasuk orang super sibuk walaupun masih di bidang sosial).

    Harusnya saya sering2 bergaul dengan komunitas disini, supaya terpacu untuk berbisnis sesuatu. Kadang2 ide bermunculan di kepala saya, tapi lagi2 kuatir mandek ditengah jalan karena saya kehabisan energi untuk menjalankannya.

    Saat ini saya masih sebatas baca buku2, membuat kegiatan2 sosial Bazaar yang menguntungkan tapi lagi2 untuk organisasi. Padahal biasanya ide2 saya itu bisa menghasilkan uang lumayan.

    Please, ada teman yang bisa membantu saya buka pikiran??? he.he.he.e

  3. 3 Zahra aja April 25, 2010 at 7:19 pm

    saya seorang pegawai yang akhir-2 ini mengalami kejenuhan dalam karier di kantor yg cenderung berkompetisi scr tidak sehat ( maaf khawatir spt gayus ).. saya tertarik untuk memulai usaha antara bisnis kuliner atau penjualan alat tulis kantor namun blum memiliki pengalaman. Kalo boleh tahu, berapakah idealnya modal awal utk memulai bisnis tsb? mohon infonya, terima kasih


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Bisnis | Kuliner

Blog pribadi ini membahas tentang dunia kuliner dari berbagai aspek; review tentang rasa ataupun kupasan bisnis serta teknologi didalamnya.

September 2008
M T W T F S S
« Aug   Dec »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

%d bloggers like this: