Nasi Kebuli Bakar (dan Jebakan Batman)

http://www.gudeg.net/news/2008/08/3769/Nasi-Kebuli-Bakar-(dan-Jebakan-Batman).html

Di Jogja ini, semuanya bisa dibakar. Ngga cuman ikan dan iga sapi, tapi ada nasi bakar, burger bakar, eh ada juga pempek dibakar. Kemarin lewat Jl Gejayan, sampai-sampai ada nasi goreng bakar. Piye meneh kuwi? Wah bener, bakar-bakaran lagi happening rupanya.

Nah, secara saya lagi bertekad mengecilkan ukuran perut, maka niat hati mau mampir makan siang Sate Jamur di FoodFest, resto berkonsep foodcourt yang ada di Jl Kaliurang km 5,5 Yogyakarta. Kan rasanya mirip-mirip sate ayam sak bumbu-bumbunya, padahal isinya jamur yang non-kolesterol.

Eh lha, jebul sampai disana kok ada marking yang lumayan gede di depan “Menu Baru : Nasi Kebuli Bakar”.

Waduh, ikutan trend bakar-bakaran rupanya. Kalau nasi kebuli kambingnya disini sih udah biasa makan, tapi kalau nasi kebuli bakar kira-kira bedanya apa ya?

Setelah duduk, saya pantengin halaman buku menunya. Di halaman stall yang jualan nasi kebuli tersebut adan nasi kebuli yang standar (bisa milih ayam atau kambing), lalu juga Soto Betawi dan Roti Jala. Rupanya ini spesialis makanan Kata temen-temen sih enak, tapi untuk saat ini demi memenuhi rasa penasaran, saya memilih menu Nasi Kebuli Bakar dan Kambing Wijen. (Hai diet, dadah bubye..)

Akhirnya datang juga pesanan saya. Nasi Kebuli Bakar dibungkus daun pisang yang agak-agak gosong, dan di seputarnya ada semacam acar dari timun, wortel dan nanas. Belum keliatan ada istimewanya sih. Kalau Kambing Wijennya berwarna coklat, dengan taburan wijen yang cukup generous sebagai topping diatasnya.

Agak susah untuk membuka daun pembungkus makanan ini, terutama karena masih panas. Begitu terbuka, langsung kemebul* dan tercium aroma kambing dan rempah-rempah yang kuat. Warnanya agak kehitaman seperti nasi goreng yang kebanyakan kecap, walaupun saya curiga pasti bukan hanya kecap yang membuat warnanya menjadi seperti ini.

Saya kemudian memulai suapan pertama, dengan sendok yang setengah penuh. Wah.. There’s something.. What a pleasant surprise! Ada klethus* kacang mede didalam suapan saya! Setahu saya, beberapa masakan Timur Tengah menggunakan kismis untuk campuran hidangannya. Tapi, kacang mede.. Ini benar-benar kejutan. Sebuah perpaduan yang brilian!

Nasi Kebuli Bakar

Nasi Kebuli Bakar

Suapan kedua, tanpa ragu-ragu lagi sendokan yang penuh munjung-munjung* tak masukkan ke mulut. Hmm.. kacang medenya..

…..

Eits.. Apa nih?

…..

Ada sebentuk rempah yang nyangkut dimulut, berwarna coklat muda dan bentuknya bulat dengan diameter kira-kira 1cm, tapi massanya tidak solid, jadi hanya seperti kulit kacang tapi lebih tipis. Rasanya agak-agak pedas, mungkin seperti perpaduan daun mint dengan laos. Waduh, aku kena jebakan Batman!*

Sejurus kemudian, analisa terhadap nasi kebuli dipiring mulai saya lakukan. Harus hati-hati nih, jangan sampai kena ranjau lagi..

Nah, bener kan.. Ada lagi tuh ranjaunya. Pokoknya rempah-rempah pendukung aroma, tapi ngga mungkin terkunyah tanpa bikin dahi mengernyit saya pinggir-pinggirkan dulu ke pojokan piring (eh, piring ngga punya pojok ya?). Setelah itu baru saya makan dengan lahap dan tenang, sambil menebak-nebak rempah apa saja yang dipakai untuk membuat Nasi Kebuli yang lezat ini.

Tebakan saya; kecap, kapulaga, serai, cengkeh, dan kambing. Hehehe.. Kalau cengkeh dan kambing mah tebakan yang pasti benar, soalnya udah keliatan wujudnya. Yang lain-lain sih lucky guess aja..

Gimana pak, hidangannya sudah semua diantarkan?

tanya waiter yang mendatangi meja saya. Saya lirik nametagnya, namanya RIO.

Saya : “Sudah kok mas. Eh mas, mas, ini nasi kebuli bahan-bahannya apa aja ya?”
Rio : “Maaf pak, kalau itu saya tidak begitu tahu detilnya, tapi bisa saya tanyakan ke pemilik stallnya, kebetulan sedang ada disini..”
S : “Lho di PDA ngga ada ya?”
R : “Oh ngga ada pak, kebetulan kalau untuk makanan informasi di database kami hanya dibatasi sampai ke ketersediaan stok saja, karena itu bisa jadi resep rahasia dari para tenant”
S : “Maksudnya tenant itu yang jualan di tiap-tiap counter ya mas?”
R : “Iya pak. Bagaimana, mungkin mau bicara langsung dengan Pak Dedi Kebuli?”

Singkat cerita, tenant-tenant pengisi FoodFest ini rupanya dipanggil sesuai dengan jenis makanan yang dijualnya. Ada mas Dedi Kebuli, mas Joko Jamur, pak Bagyo Bakmi dll. Hehehe.. lucu juga.

Eh, rupanya saya baru sadar kalau masih ada Kambing Wijen yang belum saya nikmati. Secara visual terlihat ada cabe merah, cabe hijau, daun bawang, irisan bawang bombay, dan yang terakhir dan paling utama.. kambing (dan wijen).

Kambing Wijen

Kambing Wijen

Rasanya gurih dan tidak terlalu manis. Sangat pas, bumbunya tidak terlalu tajam dan karakter kambingnya sendiri masih kuat terasa. Ada melt sensation ketika potongan kambingnya ini dikunyah. Sama sekali tidak alot. Pas dan hmmm.. uenak.

Dari percakapan kemudian dengan mas Dedi Kebuli, terungkap bahwa Nasi Kebuli yang dia sajikan sudah disesuaikan dengan lidah sini. “Rasa aslinya ngga begitu cocok dengan lidah sini mas..” begitu katanya. Ada beberapa belas bumbu rempah untuk membuat Nasi Kebuli, dan beberapa harus diimpor langsung dari Timur Tengah, ujarnya.

Lalu menurutnya, Nasi Kebuli Bakar ini murni kreasi dia. Tidak asal hanya dibakar, tapi ada modifikasi yang cukup signifikan dalam hal rasa, yaitu tadi, ada penambahan kacang mede yang menyatu dengan aroma daun pisang yang harum — karena layu dibakar.

Yah, kalau pempek aja bisa dibakar, kenapa Nasi Kebuli tidak?

Catatan penulis:

kemebul : berasap karena panas
klethus
: ngga nemu bahasa Indonesianya, ini istilah jawa ketika misal: makan kacang mak klethus.
munjung-munjung
: penuh sampai pol mentok.

jebakan Batman : istilah metaforis untuk kondisi-kondisi konyol yang tidak terduga. Contoh kasus: diajak temen ke rumahnya, eh ternyata ada mantan pacar yang masih ngebet, padahal kita udah emoh. Itu namanya kita kena Jebakan Batman.

Oh ya, ternyata setelah observasi di supermarket terdekat, rempah yang tidak sengaja ter klethus itu bernama kapulaga, salah satu dari beberapa belas rempah bumbu Nasi Kebuli.

1 Response to “Nasi Kebuli Bakar (dan Jebakan Batman)”


  1. 1 Bunda Fathan July 17, 2008 at 1:48 pm

    Wah nasinya kayaknya enak tuh, aku masukin list “harus dicoba” deh kalo ntar mudik ke jogja….:)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Bisnis | Kuliner

Blog pribadi ini membahas tentang dunia kuliner dari berbagai aspek; review tentang rasa ataupun kupasan bisnis serta teknologi didalamnya.

July 2008
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

%d bloggers like this: