<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Professional Dreamer</title>
	<atom:link href="http://andylicate.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://andylicate.wordpress.com</link>
	<description>Dream high and make those come true!</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 Dec 2011 11:17:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='andylicate.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/08f27ecbebf5520620d48124303edb86?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Professional Dreamer</title>
		<link>http://andylicate.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://andylicate.wordpress.com/osd.xml" title="Professional Dreamer" />
	<atom:link rel='hub' href='http://andylicate.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Voice Biometric Diversity &#8211; Mencoba memahami teknik penyadapan telepon KPK</title>
		<link>http://andylicate.wordpress.com/2009/11/05/memahami-penyadapan-kpk/</link>
		<comments>http://andylicate.wordpress.com/2009/11/05/memahami-penyadapan-kpk/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 16:58:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[anggodo]]></category>
		<category><![CDATA[ketut]]></category>
		<category><![CDATA[kpk]]></category>
		<category><![CDATA[penyadapan]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[voice biometric]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andylicate.com/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Halo, pak. Ini telepon saya tolong direkam,&#8221; kata Anggodo. &#8220;Saya mau ganti nomor pak. Takutnya disadap. Nanti saya kasih nomor telepon baru,&#8221; ujar orang yang diduga Ketut itu. &#8220;Saya mau ketemuan besok soal laporan,&#8221; kata Anggodo. &#8220;Kita ganti nomor baru saja,&#8221; ujar Ketut. &#8220;Jadi sama-sama baru.&#8221; &#8220;Besok semua yang datang pak,&#8221; ucap Anggodo. &#8220;Oke bos, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andylicate.wordpress.com&amp;blog=3846745&amp;post=122&amp;subd=andylicate&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>&#8220;Halo, pak. Ini telepon saya tolong direkam,&#8221; kata Anggodo.<br />
&#8220;Saya mau ganti nomor pak. Takutnya disadap. Nanti saya kasih nomor telepon baru,&#8221; ujar orang yang diduga Ketut itu.<br />
&#8220;Saya mau ketemuan besok soal laporan,&#8221; kata Anggodo.<br />
&#8220;Kita ganti nomor baru saja,&#8221; ujar Ketut.<br />
&#8220;Jadi sama-sama baru.&#8221;<br />
&#8220;Besok semua yang datang pak,&#8221; ucap Anggodo.<br />
&#8220;Oke bos, saya tunggu,&#8221; ujar Ketut.</em></p>
<p>Pernah berpikir kenapa mereka ini teteeep aja bisa disadap KPK walaupun sudah gonta-ganti nomor?</p>
<p>&#8220;Ketut&#8221; dalam rekaman ini sepertinya cukup yakin bahwa ketika dia dan lawan bicaranya berganti nomor; masalah selesai. Tidak akan bisa disadap (lagi).</p>
<p>Well, yes&#8211; hal itu memang bisa berlaku &#8212; 10 tahun yang lalu (di Indonesia mungkin baru 3 tahun yang lalu). Ketut mungkin terbayang film James Bond dan jenis-jenis film espionage terbitan tahun 80-90an, yang jagoannya ketika harus menyadap telpon harus masuk ke &#8220;Ruangan Direktur&#8221;, dan memasang sejenis coil berwarna hitam berbentuk bundar ke sisi microphone telepon kabel, dan penyadap akan mendengarkannya dari seberang jalan.</p>
<p>Atau mungkin sedikit lebih canggih &#8212; pikir Ketut, KPK datang ke provider seluler; menyebutkan nomor si Ketut, lalu minta rekamannya. Pakai nomer prabayar saja dong &#8212; beres, masalah selesai.</p>
<p>Sebenernya caranya gimana sih KPK menyadap tu? Kalau gonta-ganti nomor gimana coba? Apa iya KPK perlu datang ke provider seluler buat minta rekaman percakapan nomor tertentu?</p>
<p>Sebelumnya kita semua pasti paham bahwa beberapa bagian di tubuh kita adalah unik; yang satu dengan yang lainnya tidak akan sama &#8212; meskipun pada kembar identik. Sidik jari adalah salah satu contoh dari biometric diversity tersebut, yang hingga sekarang ini masih digunakan sebagai proses identifikasi dalam banyak kasus selain struktur gigi.</p>
<p>Yang lainnya, kita punya DNA &#8212; yang bisa didapat dari serpihan kulit ari, kuku, sperma, darah dan rambut. Cara identifikasinya bisa dilihat di Crime Scene Investigation (CSI) &#8212; at least kira-kira seperti itulah, minus drama dan petugas-petugas cantik dan ganteng secara ini adalah film fiksi jadi banyak yang lebay.</p>
<p>And there we have Voice recognition. Teknologi yang sudah diadopsi banyak smartphone yang bisa diprogram untuk melakukan perintah tertentu (biasanya dial). Seingat saya, Ericsson lah (sebelum bergabung dengan Sony) yang pertama kali mengimplan teknologi ini dalam mass product mereka. CMIIW.</p>
<p>Voice Biometric Diversity. It&#8217;s the most possible key to the answers above. Semisal saya adalah orang KPK (misal lho ya..), inilah yang akan saya gunakan untuk menyadap. Analoginya adalah; ketika anda sendiri bisa mengenali suara teman anda, ibu, atau mertua anda, pastilah sistem komputasi yang canggih juga akan bisa mengidentifikasi suara seseorang&#8211; dengan lebih baik, karena suara satu orang dengan yang lainnya adalah unik.</p>
<p>Teknologi voice recognition yang dipakai tentunya tidak hanya mengenali aksen, frekuensi dan &#8216;pitch&#8217; vokal tersebut, tapi terutama adalah &#8220;apa yang terjadi sebelum suara keluar dari mulut dan hidung&#8221; target. Artinya; dari suara tersebut bahkan bisa direkonstruksi pola daleman mulut dan hidung seseorang.</p>
<p>Aplikasi dalam proses penyadapan &#8212; lagi-lagi kalau saya ini orang KPK, maka penyadapan yang akan saya lakukan bisa 2 jenis. Yang pertama adalah realtime &#8212; artinya KPK menganalisa percakapan yang terjadi pada BTS tertentu &#8212; atau bahkan akses ke server utama dari provider seluler. Dengan voice sample yang ada, komputer akan scan seluruh percakapan yang terjadi saat itu, dan ketika ada yang cocok, maka akan disadap.</p>
<p>Yang kedua, scan dilakukan pada database percakapan yang terjadi &#8212; tentunya difilter berdasarkan asumsi lokasi sang target &#8211;kalo ngga yo mumet tenan komputere saking okehe sing di-scan. Artinya percakapan yang sudah terjadi dalam periode tertentu (yang sudah lewat) pun bisa didapatkan.</p>
<p>Nah, dengan begini percuma saja gonta-ganti nomor, karena identifikasinya bukan di nomor tersebut, tapi langsung ke suara target. Anda yang pernah nonton Die Hard 4.0 pasti paham maksud saya.</p>
<p>Gotcha, Anggodo!</p>
<br />Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andylicate.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andylicate.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andylicate.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andylicate.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andylicate.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andylicate.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andylicate.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andylicate.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andylicate.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andylicate.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andylicate.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andylicate.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andylicate.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andylicate.wordpress.com/122/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andylicate.wordpress.com&amp;blog=3846745&amp;post=122&amp;subd=andylicate&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andylicate.wordpress.com/2009/11/05/memahami-penyadapan-kpk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/80f240438af4f9478005aa896f9742e8?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Andy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Empat Kuadran Kuliner dan Aplikasinya dalam Bisnis (2 &#8211; Price Comparative)</title>
		<link>http://andylicate.wordpress.com/2009/04/20/empat-kuadran-kuliner-dan-aplikasinya-dalam-bisnis-2-price-comparative/</link>
		<comments>http://andylicate.wordpress.com/2009/04/20/empat-kuadran-kuliner-dan-aplikasinya-dalam-bisnis-2-price-comparative/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2009 07:49:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andy</dc:creator>
				<category><![CDATA[bisnis kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[foodcourt]]></category>
		<category><![CDATA[kuadran kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[lokasi restoran]]></category>
		<category><![CDATA[restoran]]></category>
		<category><![CDATA[semangat entrepreneur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andylicate.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[2. Price Comparative (P) &#8212; mana yang paling murah? Seperti hukum sebab-akibat, konsekuensi logis yang terjadi ketika manusia dihadapkan pada beberapa pilihan adalah terjadinya perbandingan. Manusia secara naluriah akan membandingkan beberapa opsi yang dia miliki dengan memilih yang paling menguntungkan untuknya. Pada kaitannya dalam bisnis kuliner, calon konsumen akan cenderung membandingkan pilihan yang mereka punya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andylicate.wordpress.com&amp;blog=3846745&amp;post=100&amp;subd=andylicate&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><strong>2. Price Comparative (P) &#8212; mana yang paling murah?</strong></p></blockquote>
<p>Seperti hukum sebab-akibat, konsekuensi logis yang terjadi ketika manusia dihadapkan pada beberapa pilihan adalah terjadinya perbandingan. Manusia secara naluriah akan membandingkan beberapa opsi yang dia miliki dengan memilih yang paling menguntungkan untuknya.</p>
<p>Pada kaitannya dalam bisnis kuliner, calon konsumen akan cenderung membandingkan pilihan yang mereka punya dengan titik berat pada segi harga, apabila jenis makanan/minuman yang diperbandingkan adalah sejenis.</p>
<p>Contoh sederhana kondisi ini adalah ketika seorang calon konsumen sedang berada di foodcourt di sebuah mall, dimana gerai-gerai yang ada menjual makanan yang mirip-mirip; misalnya nasi ayam. Mungkin sudah perbedaan pada varian menu ayam tersebut (ayam bakar/ayam goreng/ayam goreng tepung/ayam panggang/ayam crispy, dll), tapi tetap saja secara psikologis, konsumen akan melihatnya sebagai &#8220;nasi-ayam&#8221; dan kemudian memperbandingkan harga antara satu &#8220;nasi-ayam&#8221; dengan &#8220;nasi-ayam&#8221; yang lain.<span id="more-100"></span></p>
<p>Hasil akhirnya, &#8220;nasi-ayam&#8221; yang termurah lah yang mendapatkan paling banyak konsumen.</p>
<p>4 kuadran kuliner tidaklah membagi konsumen berdasarkan segmentasi finansial belaka, tapi lebih pada kondisi psikologis yang terjadi pada waktu dan lokasi tertentu pada konsumen. Jadi, orang yang berada pada kuadran price comparative ini bukanlah melulu karena dia punya uang yang cekak, tapi kondisi lah yang membuat dia masuk kedalam kuadran ini.</p>
<p>Bagi pebisnis &#8212; secara sederhana &#8212; segmen di kuadran ini bisa menguntungkan tentunya apabila produk yang kita tawarkan adalah yang mempunyai harga terbaik (baca:termurah) dibanding kompetitor lain. Pada kasus &#8220;nasi-ayam&#8221;, kita harus menjual &#8220;nasi-ayam&#8221; yang termurah agar produk kita paling laku.</p>
<blockquote><p>Being different is better than being the cheapest.</p></blockquote>
<p>Tapi apakah sesederhana itu?</p>
<p>Tentu tidak. Saya menyarankan untuk tidak terjebak pada &#8220;price trap&#8221; atau jebakan harga. Ini adalah kondisi yang tidak menguntungkan bagi anda, karena dengan mudahnya kompetitor akan bisa juga menurunkan harga dibawah anda. &#8220;Nasi-ayam&#8221; anda yang paling murah hari ini? Akan dengan mudahnya &#8220;nasi-ayam&#8221; tetangga akan lebih murah besok pagi. Pada head-to-head competition on price hampir semua pihak berpotensi merugi. Segeralah keluar dari situasi tidak sehat ini. Make product &#8212; and yourself &#8212; different. Being different is better than being the cheapest.</p>
<p>Lalu, apakah kuadran ini melulu merugikan bagi kita, pebisnis kuliner?</p>
<blockquote><p>Kunci kuadran P adalah menguasai opsi pelanggan (Option Acquisition)</p></blockquote>
<p>Tidak, apabila semua opsi yang dimiliki calon konsumen kita kuasai. Studi kasus nyata yang terjadi bukan pada bisnis kuliner, tapi mungkin bisa memberi gambaran.</p>
<p> </p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p><em>Yogyakarta, tahun 2000-an</em>.</p>
<p>Saat itu baru dimulai era telepon seluler yang massive, dan mulai bermunculan counter pulsa di sudut-sudut kota. Karena yang berjualan semakin banyak dan menjamur, maka mulailah terjadi perang harga antar counter.</p>
<blockquote><p>Ini adalah kondisi murni persaingan di kuadran Price Comparative.</p></blockquote>
<p>Awalnya setiap voucher terjual bisa memberikan margin profit yang lumayan, tetapi karena kompetisi harga yang terjadi maka tiap voucher senilai Rp 100rb hanya berprofit Rp500 &#8211; Rp1000. Untuk ukuran bisnis apabila quantity pembelian tidak terlalu tinggi, margin profit 1% (profit Rp1rb dibanding harga voucher Rp100rb) adalah sangat-sangat kecil.</p>
<p>Tentu pilihan yang harus diambil untuk bisa survive adalah memperbesar margin profit, atau memperbanyak transaksi. Otomatis pada kondisi ini, opsi memperbesar margin mau-tidak-mau harus dicoret.</p>
<p>Salah satu spot yang dengan traffic tinggi di Yogyakarta sejak dulu adalah Bundaran UGM karena letaknya strategis di gerbang masuk UGM dan juga menjadi pool transit angkutan umum. Beberapa pedagang, terutama makanan meletakkan gerainya dipinggir jalan dan pasti laku. Nah, salah satu counter pulsa, sebut saja &#8220;BC&#8221;, membuka gerai pertamanya disitu.</p>
<p>Apa yang unik dari studi kasus BC ini? Jawabannya adalah bahwa BC menerapkan differentiation strategy dengan membuat counter pulsa portabel &#8212; menggunakan hanya rak kecil dan payung untuk melayani konsumen, padahal kompetitor mereka biasanya punya lokasi dan display permanen. Saya tidak bisa memverifikasi apakah BC lah yang pertama kali mempelopori portable counter ini, tapi yang jelas ketika itu model display ini masih sangat jarang.</p>
<blockquote><p>..psikologis natural konsumen adalah untuk mendapatkan harga termurah untuk produk yang identik.</p></blockquote>
<p>Yang menarik disini selain strategi &#8220;mendekat ke jalan&#8221; dengan portable counter, BC ternyata membuka sekaligus 2 gerai; satu disisi barat laut, satunya lagi disisi timur laut. Kedua counter tersebut men-display daftar harga pulsa mereka secara mencolok sehingga setiap orang yang melewati bundaran tersebut dipastikan bisa melihat harga voucher pulsa yang mereka jual. </p>
<p>Disini BC telah membaca psikologis natural konsumen yang akan selalu membandingkan untuk mendapat harga termurah untuk produk terbaik. Nah ketika produk yang dijual adalah voucher pulsa yang antara satu penjual dan penjual yang lain produknya adalah benar-benar sama, baik secara bentuk, masa berlaku, maupun kegunaan, maka konsumen hanya akan melihat faktor harga sebagai pembanding. Ini adalah kondisi murni persaingan di kuadran Price Comparative.</p>
<blockquote><p>Mereka telah membeli produk &#8220;termurah&#8221;.</p></blockquote>
<p>Yang dilakukan BC kemudian adalah membedakan harga antara kedua gerai tersebut. Gerai A (sisi barat laut) men-display harga yang lebih tinggi dari gerai B (sisi timur laut). Karena traffic Bundaran UGM adalah searah berputar, maka semua calon konsumen potensial akan melihat display harga gerai A dahulu, baru melihat harga gerai B. Bisa ditebak, secara psikologis konsumen membandingkan harga kedua counter tersebut dan kemudian merasa bahwa harga gerai B itu &#8220;murah&#8221;, dan kemudian membeli voucher disitu.</p>
<p>Sebenarnya jika dicermati lebih lanjut, harga yang dijual di gerai B tidaklah lebih murah daripada counter pulsa yang lain. Tapi yang dilakukan BC adalah brilian. BC memberikan pilihan dan &#8220;ilusi psikologis&#8221; ke pelanggan bahwa mereka telah memilih produk dengan harga &#8220;murah&#8221;, karena sebelumnya telah melihat harga yang &#8220;lebih mahal&#8221;.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Lalu bagaimanakah aplikasinya pada bisnis kuliner?</p>
<p>KFC, McD, dan gerai fastfood yang lain sudah aware tentang ini dan menerapkan strategi Option Acquisition dengan menerapkan bundling Nasi-Ayam-Minum-Sop (paket) yang harganya lebih murah apabila konsumen membeli secara terpisah. Lagi-lagi, secara psikologis seorang konsumen akan terpengaruh untuk menganggap bahwa paket tersebut &#8220;murah&#8221;, karena opsi lain yang dimiliki (beli terpisah) akan membuat dia merogoh kocek lebih dalam.</p>
<p>Sekedar mengulang, poin-poin penting di kuadran Price Comparative adalah:</p>
<ul>
<li>Kuadran ini tercipta apabila ada 2 atau lebih produk yang identik, atau mirip, atau mempunyai fungsi yang sama dengan harga yang berbeda. </li>
<li>Dalam bisnis kuliner di kasus-kasus tertentu, mungkin saja iga bakar diperbandingkan dengan nasi goreng oleh seorang konsumen, karena bagi konsumen tersebut dua menu itu punya fungsi yang sama, yaitu membuat kenyang.</li>
<li>Yang harus dilakukan untuk konsumen di kuadran ini adalah Option Acquisition, atau penguasaan opsi pelanggan, contohnya dengan membuat bundling food-beverage-desert, atau bahkan membuat kategori &#8220;makanan mahal&#8221; dan &#8220;makanan murah&#8221;.</li>
</ul>
<p> </p>
<p><em>Seperti biasa, artikel ini dibuat berdasarkan pengalaman dan pengamatan pribadi dan belum tentu cocok untuk semua orang.</em></p>
<br />Posted in bisnis kuliner  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andylicate.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andylicate.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andylicate.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andylicate.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andylicate.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andylicate.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andylicate.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andylicate.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andylicate.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andylicate.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andylicate.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andylicate.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andylicate.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andylicate.wordpress.com/100/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andylicate.wordpress.com&amp;blog=3846745&amp;post=100&amp;subd=andylicate&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andylicate.wordpress.com/2009/04/20/empat-kuadran-kuliner-dan-aplikasinya-dalam-bisnis-2-price-comparative/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/80f240438af4f9478005aa896f9742e8?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Andy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Empat Kuadran Kuliner dan Aplikasinya dalam Bisnis (1 &#8211; The Common)</title>
		<link>http://andylicate.wordpress.com/2009/04/10/empat-kuadran-kuliner-dan-aplikasinya-dalam-bisnis-kuliner-1/</link>
		<comments>http://andylicate.wordpress.com/2009/04/10/empat-kuadran-kuliner-dan-aplikasinya-dalam-bisnis-kuliner-1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Apr 2009 09:17:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andy</dc:creator>
				<category><![CDATA[bisnis kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[lokasi restoran]]></category>
		<category><![CDATA[restoran]]></category>
		<category><![CDATA[semangat entrepreneur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andylicate.com/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[Pada posting terakhir beberapa bulan lalu saya mencoba menjelaskan tentang 4 kuadran kuliner, dimana saya berpendapat bahwa sejarah berulang dan kita telah kembali ke era food gathering. Sedikit mengingatkan, bahwa 4 kuadran tersebut yaitu adalah: (1) The Common, (2) Price Comparative, (3) Sense Seduction, dan (4) As Destination. Masing-masing mempunyai karakter sendiri-sendiri. Nah kemudian yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andylicate.wordpress.com&amp;blog=3846745&amp;post=93&amp;subd=andylicate&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada <a href="http://andylicate.com/2008/12/14/era-food-gathering-dan-empat-kuadran-kuliner/">posting terakhir</a> beberapa bulan lalu saya mencoba menjelaskan tentang 4 kuadran kuliner, dimana saya berpendapat bahwa sejarah berulang dan kita telah kembali ke era food gathering.</p>
<p>Sedikit mengingatkan, bahwa 4 kuadran tersebut yaitu adalah: (1) The Common, (2) Price Comparative, (3) Sense Seduction, dan (4) As Destination. Masing-masing mempunyai karakter sendiri-sendiri. Nah kemudian yang akan saya bahas adalah bagaimana aplikasi penggolongan kuadran tersebut dalam bisnis kita, yaitu bisnis kuliner <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Mari kita bahas satu per satu.</p>
<blockquote><p><strong>1. The Common (C) &#8212; yang biasanya ajalah..<br />
</strong></p></blockquote>
<p>Tipe makanan/minuman adalah makanan &#8220;biasa&#8221; dan semua orang mengenalnya. Maka otomatis ketika anda menyasar calon konsumen di kuadran ini maka syaratnya anda haruslah berada di sebuah tempat yang crowdnya sudah terbentuk. Entah itu di stasiun, sekolah, kampus, didalam mall yang ramai, atau dekat pabrik.</p>
<p>Bicara tentang konsumen Indonesia, contoh produknya adalah Es Teh, Es Jeruk, Nasi Sayur, Tempe, Tahu, Ayam Goreng, Nasi Goreng. Akan berbeda tentunya apabila kita bicara tentang konsumen dari negara atau daerah yang sangat berbeda kultur kulinernya dengan kita.<span id="more-93"></span></p>
<p>Konsumen di kuadran ini tidak membutuhkan brand yang kuat dan servis yang sempurna. Pertimbangan mereka hanyalah harga dan rasa. Ketika digarap dengan baik, konsumen di kuadran ini punya potensi repetitive buying yang tinggi per konsumennya, jadi kita bicara low margin-high quantity disini.</p>
<p>Satu contoh nyata pebisnis yang mentarget konsumen di kuadran ini adalah Warteg (Warung Tegal). Dengan jaringan yang kuat, potensi profit yang didapat sangatlah besar. Salah satu pebisnis Warteg yang sukses adalah Suharto, yang mempunyai jaringan 28 warteg dengan omzet masing-masing 60jt/bln (<a title="Suharto, 28 warteg omzet @ 60jt/bln" href="http://www.matabumi.com/bisnis/punya-28-warteg-24-jam-omzet-rp-60-juta-warung" target="_blank">sumber artikel dari sini</a>).</p>
<p>Tentu bukan hanya Warteg yang merupakan satu-satunya contoh kuadran ini, ada juga kantin sekolah, warung nasi rames di dekat pabrik atau stasiun, ataupun warung di area kost mahasiswa.</p>
<p>Poin-poin yang harus dipenuhi adalah:<br />
- Yang dijual adalah makanan sehari-hari dan umum<br />
- Crowd &#8212; Basis konsumen sudah terbentuk sebelumnya di area tersebut<br />
- Brand &amp; Excellent Service tidak diperlukan<br />
- Harga tidak mahal, dengan rasa yang cukup enak.</p>
<p><em><a href="http://andylicate.com/2009/04/20/empat-kuadran-kuliner-dan-aplikasinya-dalam-bisnis-2-price-comparative/">(Artikel berikutnya adalah tentang kuadran Price Comparative)</a></em></p>
<br />Posted in bisnis kuliner  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andylicate.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andylicate.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andylicate.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andylicate.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andylicate.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andylicate.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andylicate.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andylicate.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andylicate.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andylicate.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andylicate.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andylicate.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andylicate.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andylicate.wordpress.com/93/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andylicate.wordpress.com&amp;blog=3846745&amp;post=93&amp;subd=andylicate&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andylicate.wordpress.com/2009/04/10/empat-kuadran-kuliner-dan-aplikasinya-dalam-bisnis-kuliner-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/80f240438af4f9478005aa896f9742e8?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Andy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Era Food Gathering dan Empat Kuadran Kuliner</title>
		<link>http://andylicate.wordpress.com/2008/12/14/era-food-gathering-dan-empat-kuadran-kuliner/</link>
		<comments>http://andylicate.wordpress.com/2008/12/14/era-food-gathering-dan-empat-kuadran-kuliner/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Dec 2008 06:19:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andy</dc:creator>
				<category><![CDATA[bisnis kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[restoran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andylicate.wordpress.com/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[Robert T. Kiyosaki membagi manusia menjadi 4 kuadran secara finansial (cashflow quadrant), dan mengajak agar berpindah dari sisi kiri ke sisi kanan. Beberapa puluh abad yang lalu, manusia berburu makanan; atau sering kita kenal dengan era &#8216;food gathering&#8217;. Ternyata era ini berulang lagi dalam kehidupan kita di abad 21 ini. Seberapa sering anda makan dirumah? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andylicate.wordpress.com&amp;blog=3846745&amp;post=71&amp;subd=andylicate&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Robert T. Kiyosaki membagi manusia menjadi 4 kuadran secara finansial (cashflow quadrant), dan mengajak agar berpindah dari sisi kiri ke sisi kanan.</p>
<div id="attachment_77" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-77 " title="culinary-quadrant" src="http://andylicate.files.wordpress.com/2008/12/culinary-quadrant-web2.jpg?w=300&#038;h=241" alt="The 4 Culinary Quadrant" width="300" height="241" /><p class="wp-caption-text">The 4 Culinary Quadrant</p></div>
<p>Beberapa puluh abad yang lalu, manusia berburu makanan; atau sering kita kenal dengan era &#8216;food gathering&#8217;. Ternyata era ini berulang lagi dalam kehidupan kita di abad 21 ini.</p>
<p>Seberapa sering anda makan dirumah? Apakah anda lebih sering makan diluar daripada memasak sendiri?</p>
<p>Sebagian besar dari kita telah kembali ke era food gathering, seperti nenek moyang kita dulu. Kita jarang lagi menanam jagung di kebun kita, atau menyemai kentang di ladang kita. Kalaupun kita berkebun atau bercocok tanam, itu pastilah hobi, atau bagian dari bisnis kita. Kita jarang sekali bisa memasak apa yang kita tanam. </p>
<blockquote><p><strong>Manusia kembali berburu untuk makanan.</strong></p></blockquote>
<p>Bedanya, dulu pilihan berburu sangat terbatas, jadi manusia cenderung tidak pilih-pilih ketika berburu. Mana ada, mana sikat!</p>
<p>Di era food gathering abad 21, manusia dijejali dengan begitu banyak pilihan makanan. Dari kaki lima sampai restoran mewah, dari makanan lokal tradisional sampai gerai modern franchise dari negara lain, dan masih banyak lagi pengkategorian makanan yang ada di sekitar kita.</p>
<p>Saya mencoba membagi bagaimana manusia sebagai makhluk konsumsi memutuskan apa yang akan menjadi &#8220;buruannya&#8221; berupa apa yang dia makan dan minum menjadi empat kuadran yaitu:</p>
<p><strong>1. The Common (C)<br />
2. Price Comparative (P)<br />
3. Sense Seduction (S)<br />
4. As Destination (D)</strong></p>
<p>Akan saya coba bahas satu persatu;</p>
<blockquote><p><strong>Kuadran pertama: The Common (C)</strong></p></blockquote>
<p>Kuadran pertama yaitu The Common (C), adalah ketika <span id="more-71"></span>kita pergi ke sebuah restoran-yang-entah-dimana dan memiliki daftar menu panjang, lalu memilih menu NASI GORENG dan ES TEH (berlaku apabila anda orang Indonesia pada umumnya, tentunya). Atau misal ketika kita berada di Paris, lalu masuk ke McD, karena bingung menentukan pilihan makanan, sedangkan kita sudah sangat lapar.</p>
<p>Yang dimaksud di kuadran C adalah kondisi pemilihan menu yang sudah umum anda konsumsi, yang anda sudah tahu persis atau &#8216;kira-kira&#8217; rasanya seperti apa. Kita main aman, tidak mau ambil resiko akan rasa makanan baru, ataupun untuk harus membayar harga yang (mungkin) terlalu mahal.</p>
<blockquote><p><strong>Kuadran kedua: Price Comparative (P)</strong></p></blockquote>
<p>Price comparative (P) adalah kuadran dimana ketika kita berada di sebuah tempat dan dengan berbagai macam makanan dan harga, atau ketika di restoran disodori daftar menu, dengan harga yang bervariasi. Kita kemudian membandingkan harga-harga tersebut dan menghitung dengan asas ekonomi, apa yang sekiranya cocok dengan kantong atau budget berapa yang kita ingin keluarkan untuk acara makan tersebut, itulah yang kita pilih. </p>
<blockquote><p><strong>Kuadran ketiga: Sense Seduction (S)</strong></p></blockquote>
<p>Kuadran berikutnya adalah Sense Seduction (S) dimana terletak kondisi ketika kita membaui aroma terasi yang ditumis, atau sate yang dibakar disebuah jalan, lalu tiba-tiba kita merasa lapar ingin makan sate. Putar balik, sampailah kita ke warung sate tersebut.</p>
<p>Iklan makanan dijalan, melihat orang lain sedang makan makanan tertentu, atau  mendengarkan cerita yang berhubungan dengan makanan sehingga membuat kita lapar dan ingin makan, melihat gambar sebuah makanan di buku menu dan memilihnya, adalah kondisi-kondisi yang bisa menyebabkan kita berada di kuadran S ini.</p>
<blockquote><p><strong>Kuadran keempat: As Destination (D)</strong></p></blockquote>
<p>Kuadran terakhir adalah As Destination (D). Kondisi semisal; ketika kita sejak bangun tidur dirumah, sudah membayangkan ingin makan bakmi jawa Mbah Mo nanti malam. Bakmi Mbah Mo sebagai tujuan spesifik apa yang kita makan. </p>
<p>Kondisi D ini sebenarnya adalah efek kumulatif dari ketiga kuadran yang lain. Kita sudah tahu persis seperti apakah bakmi jawa tersebut (C), kita sudah tahu kira-kira berapa harganya (P), dan kita sudah bisa membayangkan rasa, warna, bentuk dan aromanya (S).</p>
<p>Artikel berikutnya akan membahas tentang case study penggunaan 4 Culinary Quadrant ini dalam bisnis kuliner.</p>
<br />Posted in bisnis kuliner  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andylicate.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andylicate.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andylicate.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andylicate.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andylicate.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andylicate.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andylicate.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andylicate.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andylicate.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andylicate.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andylicate.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andylicate.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andylicate.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andylicate.wordpress.com/71/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andylicate.wordpress.com&amp;blog=3846745&amp;post=71&amp;subd=andylicate&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andylicate.wordpress.com/2008/12/14/era-food-gathering-dan-empat-kuadran-kuliner/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/80f240438af4f9478005aa896f9742e8?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Andy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://andylicate.files.wordpress.com/2008/12/culinary-quadrant-web2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">culinary-quadrant</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manajemen SOP beserta aplikasinya di restoran (sebuah studi kasus)</title>
		<link>http://andylicate.wordpress.com/2008/12/02/manajemen-sop-beserta-aplikasinya-di-restoran-sebuah-studi-kasus/</link>
		<comments>http://andylicate.wordpress.com/2008/12/02/manajemen-sop-beserta-aplikasinya-di-restoran-sebuah-studi-kasus/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2008 00:06:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andy</dc:creator>
				<category><![CDATA[bisnis kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[kritik restoran]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen SOP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andylicate.wordpress.com/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin, Saya mendapatkan sebuah kritik keras dari konsumen mengenai bagaimana menentukan batasan-batasan dalam aplikasi sebuah Standard Operational Procedure pada restoran. Berikut saya quote dari blog beliau: Setelah kami duduk datanglah seorang waiter datang membawa menu yang kami tunggu. Biasanya setelah menyerahkan menu memang mereka pergi sambil menunggu agak jauh sebelum dipanggil untuk mencatat pesanan, tapi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andylicate.wordpress.com&amp;blog=3846745&amp;post=65&amp;subd=andylicate&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin,</p>
<p>Saya mendapatkan sebuah <a href="http://www.rayofshadow.com/blog/banyak-tempat-lain-yg-lebih-manusiawi-daripada-jogja-food-fest/">kritik keras dari konsumen</a> mengenai bagaimana menentukan batasan-batasan dalam aplikasi sebuah Standard Operational Procedure pada restoran. Berikut saya quote dari blog beliau:</p>
<blockquote><p>Setelah kami duduk datanglah seorang waiter datang membawa menu yang kami tunggu. Biasanya setelah menyerahkan menu memang mereka pergi sambil menunggu agak jauh sebelum dipanggil untuk mencatat pesanan, tapi ini agak sedikit beda, dia tidak pergi, sesaat kemudian dia <strong>memberitahu kami dengan halus, bahwa dilarang membawa makanan dan minuman dari luar. </strong>beberapa saat aku terdiam masih belum paham maksut yang dikatakannya <span style="text-decoration:line-through;">aslinya memang gak konsentrasi karena lapar.</span> Kemudian sontak saya sadar bahwa dia memang memperingatkan kami sekeluarga, karena anak kami membawa <strong>Snack chiki. </strong>Setengah emosi saya tanyakan, apakah disini menjual chiki juga? karena kupikir dilarang membawa chicki juga karena mereka menjual snack chiki, tidak ada jawaban, lalu kutanya lagi, apakah sebuah chiki juga dilarang dibawa masuk ke area makan disitu? dan jawabnya <strong>memang begitulah peraturannya</strong>.</p></blockquote>
<p>SOP yang berlaku di FoodFezt yaitu &#8216;dilarang membawa makanan dan minuman dari luar&#8217; sebenarnya adalah sebuah peraturan standard yang ada juga di restoran yang lain. Lalu apa yang salah?</p>
<p><strong>Yang salah adalah bagaimana menerapkannya dan apa saja batasan aplikasinya.</strong></p>
<p>Apabila anda sedang memulai bisnis kuliner, yang anda tunggui/supervisi sendiri, kasus seperti ini hampir dipastikan tidak mungkin terjadi. Tetapi ketika &#8216;naik level&#8217;, anda sudah mulai menggunakan SOP sebagai panduan untuk melayani pelanggan, berhati-hatilah. Selalu perhitungkan segala kemungkinan yang bisa terjadi, segala bentuk respon pelanggan, dan bagaimana antisipasinya.</p>
<blockquote><p>Dalam hal ini, pelaksana SOP (waiter) tidak bisa dipersalahkan. Ini adalah masalah dari &#8216;policy maker&#8217;.</p></blockquote>
<p>Saya telah <a href="http://www.rayofshadow.com/blog/banyak-tempat-lain-yg-lebih-manusiawi-daripada-jogja-food-fest/#comments">meminta maaf secara langsung</a> dengan media yang sama kritik tersebut disampaikan (comment di blog), tapi saya telah terlanjur kehilangan beberapa pelanggan setia saya karena ini karena efek word of mouth yang terjadi.</p>
<p>Semoga pengalaman dan pelajaran berharga yang saya alami bisa juga menjadi pelajaran berharga untuk anda. We&#8217;re always be a student of life, anyway..</p>
<br />Posted in bisnis kuliner  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andylicate.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andylicate.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andylicate.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andylicate.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andylicate.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andylicate.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andylicate.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andylicate.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andylicate.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andylicate.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andylicate.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andylicate.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andylicate.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andylicate.wordpress.com/65/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andylicate.wordpress.com&amp;blog=3846745&amp;post=65&amp;subd=andylicate&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andylicate.wordpress.com/2008/12/02/manajemen-sop-beserta-aplikasinya-di-restoran-sebuah-studi-kasus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/80f240438af4f9478005aa896f9742e8?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Andy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bisnis Kuliner dan Baju Baru</title>
		<link>http://andylicate.wordpress.com/2008/09/18/bisnis-kuliner-dan-baju-baru/</link>
		<comments>http://andylicate.wordpress.com/2008/09/18/bisnis-kuliner-dan-baju-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Sep 2008 18:12:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andy</dc:creator>
				<category><![CDATA[bisnis kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[FoodFest]]></category>
		<category><![CDATA[foodfezt]]></category>
		<category><![CDATA[lokasi restoran]]></category>
		<category><![CDATA[pemilihan lokasi]]></category>
		<category><![CDATA[restoran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andylicate.wordpress.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Bisnis kuliner sangat menyenangkan! Komentar diatas seringkali tercetus dari pemilik bisnis kuliner yang sukses. Apalagi dengan bulan ramadhan ini, omzet rata-rata rumah makan naik 30 hingga 50 persen. Namun, terus terang saya ikut miris melihat beberapa warung/restoran tetap saja sepi, padahal ditempat lain pebisnis lintang pukang mencari tambahan meja dan kursi untuk konsumennya; dan tetap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andylicate.wordpress.com&amp;blog=3846745&amp;post=56&amp;subd=andylicate&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Bisnis kuliner sangat menyenangkan!</p></blockquote>
<p>Komentar diatas seringkali tercetus dari pemilik bisnis kuliner yang sukses. Apalagi dengan bulan ramadhan ini, omzet rata-rata rumah makan naik 30 hingga 50 persen. Namun, terus terang saya ikut miris melihat beberapa warung/restoran tetap saja sepi, padahal ditempat lain pebisnis lintang pukang mencari tambahan meja dan kursi untuk konsumennya; dan tetap saja harus menolak banyak tamu yang nggak kebagian meja.</p>
<p>Beberapa bulan yang lalu sempat konsep saya tentang <a href="http://www.foodfezt.com" target="_blank">FoodFezt</a> dijiplak habis; dari logo yang mirip, tagline, hingga sampai ke apron (celemek) waiter/waitress pun mirip. Makanan yang dijual? Tentunya juga sama, karena 50% tenant pengisinya pun &#8220;membajak&#8221; dari FoodFezt. Bahkan sebagian orang mengira bahwa restoran ini merupakan cabang dari restoran saya.<span id="more-56"></span></p>
<blockquote><p>Plagiatisme yang terjadi adalah salah satu parameter bahwa sebuah konsep itu berhasil.</p></blockquote>
<p>Ada excitement yang sangat tinggi yang memicu adrenalin rush karena saya merasa adanya sebuah kompetitor yang memacu agar bisa selalu lebih baik dalam hal apapun. Narsisme saya juga ikut terdongkrak, karena salah satu parameter bahwa sebuah konsep itu berhasil adalah karena ada yang meniru.</p>
<p>Sayang, ternyata keadaan itu tidak berlangsung lama karena hanya dalam waktu tiga bulan &#8220;kompetitor&#8221; (kita sebut saja X) tersebut tutup. Sungguh saya merasa sedih, karena perasaan &#8220;dikejar dalam jarak dekat&#8221; itu hilang.</p>
<p>Seorang teman bertanya pada saya, apakah penyebab dari kegagalan si X tersebut. Dia bilang bahwa segala syarat untuk sebuah restoran yang sukses sudah dipenuhi, yaitu:</p>
<p style="padding-left:30px;">1. Lokasi yang strategis<br />
2. Makanan yang enak<br />
3. Lahan parkir yang cukup luas<br />
4. Value added Service (wi-fi, live music etc)</p>
<p>Analisa saya adalah bahwa kesalahan kompetitor tersebut adalah bahwa dia memakai bekas bangunan yang tadinya merupakan restoran yang sudah tidak laku dan tutup. Tentunya ada beberapa hal lain yang ikut berperan, tapi saya berpendapat bahwa kesalahan terbesarnya adalah menggunakan bangunan &#8220;bekas&#8221;.</p>
<blockquote><p>Baju baru dipakai orang lama.</p></blockquote>
<p>Meminjam istilah rekan saya yang lain; si X tersebut seakan-akan hanya &#8220;orang lama&#8221; yang berganti dengan &#8220;baju baru&#8221; tapi sayang bajunya tersebut jelek dan kusam, jadi konsumen hanya akan melirik sepintas tanpa ada keinginan untuk mampir.</p>
<p>&#8220;Saya tidak pernah tau tuh pernah ada restoran disitu tuh sebelum X berdiri.. Bagaimana bisa kamu menyimpulkan bahwa X tersebut gagal karena tadinya bekas restoran yang tutup karena nggak laku?&#8221;</p>
<p>Itu pertanyaan berikutnya yang disampaikan ke saya, sekaligus menyanggah analisa kecil-kecilan saya. Nah, memang ada akibat turunan lain berasal dari pemilihan lokasi &#8220;bekas&#8221; tersebut. Mungkin bagi sebagian orang tidak tahu kalau disitu pernah ada restoran, tapi mendapati tiba-tiba saja ada restoran disitu.</p>
<blockquote><p>There&#8217;s nothing new there.</p></blockquote>
<p>Itu adalah ungkapan yang tepat menggambarkan restoran tersebut. Orang tidak mendapati hiruk-pikuk pembangunan sebuah bangunan baru, pun ketika terdapat renovasi hanya sekedar di baliho dan tanam-tanaman. Bagi calon konsumen yang tidak tahu apakah tadinya bangunan tersebut, hanya mendapati sesuatu yang &#8220;tanggung&#8221;. There&#8217;s nothing new there.</p>
<p>Pelajaran yang saya dapatkan, dan sedikit bisa dibagikan untuk orang-orang yang berencana berbisnis kuliner dari pengalaman ini adalah:</p>
<ul>
<li>Hindari membuka sebuah bisnis kuliner di lokasi &#8220;bekas&#8221; dimana tadinya ada pernah dibuka sebuah bisnis kuliner juga, tapi tutup karena tidak laku. Tentunya ini tidak berlaku jika anda mempunyai brand image yang sangat-sangat kuat.</li>
<li>Jika anda terpaksa harus membuka di lokasi &#8220;bekas&#8221;, pastikan adanya perombakan total yang mencolok mata bagi calon konsumen.</li>
<li>Komunikasikan kepada calon konsumen bahwa bisnis anda sedang dibangun disitu, tapi jangan terlalu banyak. Iklan terbaik adalah iklan yang membuat calon konsumen penasaran dan ingin tahu lebih banyak.</li>
</ul>
<p>Seperti biasa, artikel ini saya buat berdasar pengalaman pribadi dan dari point of view subjective saya. Semoga bermanfaat.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/andylicate.wordpress.com/56/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/andylicate.wordpress.com/56/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andylicate.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andylicate.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andylicate.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andylicate.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andylicate.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andylicate.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andylicate.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andylicate.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andylicate.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andylicate.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andylicate.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andylicate.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andylicate.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andylicate.wordpress.com/56/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andylicate.wordpress.com&amp;blog=3846745&amp;post=56&amp;subd=andylicate&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andylicate.wordpress.com/2008/09/18/bisnis-kuliner-dan-baju-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/80f240438af4f9478005aa896f9742e8?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Andy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Memupuk Semangat Entrepreneurship</title>
		<link>http://andylicate.wordpress.com/2008/09/07/semangat-entrepreneurship/</link>
		<comments>http://andylicate.wordpress.com/2008/09/07/semangat-entrepreneurship/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Sep 2008 18:18:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andy</dc:creator>
				<category><![CDATA[bisnis kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[pengusaha muda]]></category>
		<category><![CDATA[semangat entrepreneur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andylicate.wordpress.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa nasihat orang bijak menyatakan bahwa kalau anda apabila anda ingin melihat masa depan anda, maka lihatlah orang-orang yang ada disekitar anda. Jadi, ketika anda ingin sukses, maka buatlah orang-orang disekeliling anda agar mendukung anda. Yang menjadi masalah kemudian, ada banyak kasus seseorang akan habis energinya hanya untuk meyakinkan orang-orang disekelilingnya agar mendukung mindsetnya. Nah, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andylicate.wordpress.com&amp;blog=3846745&amp;post=54&amp;subd=andylicate&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa nasihat orang bijak menyatakan bahwa kalau anda apabila anda ingin melihat masa depan anda, maka lihatlah orang-orang yang ada disekitar anda. Jadi, ketika anda ingin sukses, maka buatlah orang-orang disekeliling anda agar mendukung anda.</p>
<p>Yang menjadi masalah kemudian, ada banyak kasus seseorang akan habis energinya hanya untuk meyakinkan orang-orang disekelilingnya agar mendukung mindsetnya. Nah, saya akan mencoba memaparkan trik tentang &#8216;manajemen dukungan&#8217; ini.<br />
<span id="more-54"></span><br />
Pertama-tama bayangkan bahwa diri anda adalah sebuah planet, dan ada beberapa ring dalam kehidupan sehari-hari anda, dengan anda sebagai center-of-gravity nya. Saya jelaskan bagaimana kira-kira pengelompokan ring tersebut:</p>
<p><strong>Ring Pertama:<br />
</strong>(Kuantitas tinggi, Influence Level tinggi)<br />
Anda bisa menganalogikan ring ini sebagai atmosfer planet anda. Ini adalah orang-orang yang paling terdekat anda. Orang-orang dalam ring ini kebanyakan adalah istri/suami anda, keluarga anda, atau pacar maupun sahabat anda (apabila anda masih kuliah dan tinggal di kost/kontrakan rumah diluar kota). Anda bertemu orang-orang di ring ini ketika anda pulang ke tempat tinggal anda, dalam kondisi santai dan sedang dalam &#8216;state&#8217; beristirahat.</p>
<p><strong>Ring Kedua:<br />
</strong>(Kuantitas sedang, Influence Level sedang)<br />
Adalah orang-orang yang anda temui disiang hari, ketika anda kuliah, bekerja ataupun beraktivitas. Ini bisa berisi rekan kerja anda, teman kuliah anda, bos anda, sekretaris anda ataupun karyawan anda jika anda berstatus sebagai pengusaha. Orang-orang dalam ring ini anda temukan dalam &#8216;regular basis&#8217;, sebagai sebuah rutinitas.</p>
<p><strong>Ring Ketiga:<br />
</strong>(Kuantitas rendah, Influence Level tinggi)<br />
Adalah orang-orang yang bisa anda temui di sela-sela aktifitas anda. Ini bisa berarti teman main golf anda, kolega bisnis, ataupun bahkan pengarang yang bukunya selalu anda baca. Anda bertemu orang-orang ini dengan waktu yang lebih sedikit, tapi pengaruhnya ke mindset anda lebih tinggi.</p>
<p>Yang dimaksud disini sebagai &#8220;influence level&#8221; adalah tingkat pengaruh terhadap mindset dan semangat entrepreneurship kita.<br />
Pengalaman menunjukkan bahwa hambatan yang paling banyak ditemui ketika seseorang ingin melompat dari kuadran karyawan ke kuadran entrepreneur justru adalah dari orang-orang terdekat kita. Banyak yang kemudian menyangsikan kemampuan kita, menyangsikan ide-ide kita, atau bahkan tidak percaya bahwa menjadi entrepreneur adalah sesuatu yang mungkin bagi kita. Lebih parah lagi bila menganggap menjadi pengusaha adalah bukan &#8220;profesi&#8221; yang mulia.</p>
<p>Nah, untuk memupuk semangat entrepreneurship, kita perlu mempelajari karakter yang berbeda dari ketiga ring tersebut agar kita bisa sukses dimasa depan. Apalagi bagi orang-orang yang baru saja terjun kedunia bisnis, hal ini sangatlah penting untuk anda.</p>
<blockquote><p>Bicarakanlah visi anda.</p></blockquote>
<p>Potensi hambatan terbesar untuk bisnis anda justru ada pada mindset orang-orang pada Ring Pertama anda. Anda hampir bisa dipastikan akan (atau sudah) menjadi entrepreneur yang sukses apabila dikelilingi oleh Ring Pertama yang mendukung visi dan misi anda, serta selalu mensupport dan menghibur anda apabila anda gagal dalam bisnis anda.</p>
<p>Tapi apabila Ring Pertama anda tidak mensupport visi dan semangat entrepreneurship anda, ini adalah hambatan mental terbesar anda. Karena anda tidak bisa memilih seenaknya siapa yang berhak berada di Ring Pertama anda, maka PR anda adalah harus meyakinkan dan mendapatkan dukungan dari orang-orang di Ring ini.</p>
<p>Bicarakanlah visi anda, lalu jelaskan bahwa tekad anda sudah bulat untuk memilih jalur sebagai pengusaha, serta tekankan kalau anda tidak akan bisa berhasil tanpa dukungan mereka, orang-orang di Ring Pertama anda.</p>
<blockquote><p>Janganlah terlalu dipikirkan.</p></blockquote>
<p>Untuk Ring Kedua, anda tidak perlu terlalu pusing memikirkan bagaimana harus meyakinkan mereka. Boleh-boleh saja untuk berbicara panjang lebar mengenai visi besar anda sebagai seorang entrepreneur, tapi jangan sampai terlalu banyak membuang-buang waktu disini. Kalau mereka tidak terlalu mendukung anda atau sekedar tidak peduli, janganlah terlalu anda pikirkan.</p>
<p>Kemudian Ring Ketiga, disinilah anda bisa dengan bebas menentukan siapa saja orang-orang yang masuk kesini. Anda bisa memilih dengan siapa anda hang-out tiap weekend, siapa yang anda undang untuk pesta BBQ, ataupun siapa yang menjadi partner main golf anda, dan anda bisa memilih untuk baca buku apa diwaktu luang anda.</p>
<blockquote><p>Buanglah yang tidak perlu.</p></blockquote>
<p>Di Ring Ketiga ini, pilihlah orang-orang yang akan mendukung visi dan misi anda sebagai pengusaha. Berkumpullah dengan para pengusaha juga. Ikutlah gathering antar pengusaha. Jika anda melihat atau mendengar para pengusaha mengadakan acara, datanglah kesana. Jalinlah relasi bisnis dengan kolega yang akan mendukung usaha anda. Minimalkan, atau bahkan buanglah orang-orang yang akan menghambat ataupun berpotensi untuk tidak mendukung jiwa entrepreneur anda. Ingat, pada Ring Ketiga ini kuantitas waktu bertemu anda hanya sedikit, tapi justru pengaruhnya besar untuk anda.</p>
<p>Ingat, hambatan mental oleh ketiga ring ini terjadi sangat besar hanya ketika di awal anda &#8216;banting stir&#8217; jadi seorang entrepreneur. Yakinlah, ketika anda sudah bisa menunjukkan bagaimana ide anda bisa membuahkan hasil, seluruh semesta akan mendukung anda. Percayalah, saya sudah mengalaminya.</p>
<p>Okay, ringkasan dari paparan saya diatas adalah:</p>
<p>- Yakinkanlah orang-orang pada Ring Pertama anda untuk selalu mendukung anda.<br />
- Janganlah terlalu banyak membuang waktu dan energi untuk memikirkan apa pendapat Ring Kedua anda, apalagi untuk mengubahnya.<br />
- Pilihlah orang-orang yang berada Ring Ketiga anda, hanya untuk yang mendukung anda.</p>
<p>Dengan cara begini, akan lebih efektif dan efisien untuk memupuk jiwa dan semangat entrepreneurship anda.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/andylicate.wordpress.com/54/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/andylicate.wordpress.com/54/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andylicate.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andylicate.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andylicate.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andylicate.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andylicate.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andylicate.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andylicate.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andylicate.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andylicate.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andylicate.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andylicate.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andylicate.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andylicate.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andylicate.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andylicate.wordpress.com&amp;blog=3846745&amp;post=54&amp;subd=andylicate&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andylicate.wordpress.com/2008/09/07/semangat-entrepreneurship/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/80f240438af4f9478005aa896f9742e8?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Andy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ikan Kaca Piring saus Chung</title>
		<link>http://andylicate.wordpress.com/2008/08/14/ikan-kaca-piring-saus-chung/</link>
		<comments>http://andylicate.wordpress.com/2008/08/14/ikan-kaca-piring-saus-chung/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Aug 2008 07:50:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andy</dc:creator>
				<category><![CDATA[food at home]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andylicate.wordpress.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Sore kemaren saya jalan-jalan ke daerah Jogja selatan. Karena bingung mau kemana, akhirnya malah sempat terdampar di Superindo. Masuk situ, refleks langung menuju area daging-dagingan dan ikan-ikanan. Eh disitu nemu ikan yang segar dan lucu namanya: Ikan Kaca Piring. Ikan ini panjangnya sekitar 15cm dengan diameter sekitar 2cm. Harganya relatif murah, sekilonya 19rb, beli 4 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andylicate.wordpress.com&amp;blog=3846745&amp;post=45&amp;subd=andylicate&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sore kemaren saya jalan-jalan ke daerah Jogja selatan. Karena bingung mau kemana, akhirnya malah sempat terdampar di Superindo. Masuk situ, refleks langung menuju area daging-dagingan dan ikan-ikanan. Eh disitu nemu ikan yang segar dan lucu namanya: <strong>Ikan Kaca Piring</strong>.</p>
<p>Ikan ini panjangnya sekitar 15cm dengan diameter sekitar 2cm. Harganya relatif murah, sekilonya 19rb, beli 4 ons jadinya kena 7rb. Sempet bingung sih, mau dimasak kayak apa. Setelah rada muter-muter di area sayuran, saya beli daun bawang chung; ini kayak daun bawang biasa, tapi lebih kecil ukurannya.</p>
<p>Akhirnya kebayang juga mau dimasak seperti apa. Kita beri nama &#8220;Ikan Kaca Piring Saus Chung&#8221;. Tadi pagi, mulailah prosesi memasaknya. Untuk porsi berdua, bahan-bahannya adalah:<span id="more-45"></span></p>
<p>- 4 ons ikan Kaca Piring<br />
- 3 bonggol daun bawang chung<br />
- 2 jeruk lemon kecil (atau bisa diganti jeruk nipis)<br />
- 3 siung bawang putih<br />
- 1 siung bawang merah<br />
- 3 cabe hijau besar<br />
- 1 tomat merah besar<br />
- 2 sdm olive oil (Bertolli &#8211; mild)<br />
- minyak goreng secukupnya<br />
- kecap secukupnya (Bango)<br />
- 1 sdm oyster sauce (Saori)<br />
- garam secukupnya</p>
<p>Cara masaknya:</p>
<p>Lumuri ikan dengan air jeruk lemon dan garam, dan diamkan 30-45 menit. Proses ini akan menghilangkan amis dan memperkuat karakter gurih di daging ikan kita ini.</p>
<p>Geprak dan rajang halus bawang putih. Bawang merah kita rajang tipis-tipis. Untuk cabe hijau dirajang agak besar. Tomatnya kita potong dadu, kecil-kecil. Lalu siapkan 2 wajan, satu buat menggoreng, satunya lagi untuk membuat sausnya.</p>
<p>Panaskan minyak goreng, lalu masukkan ikan dengan api agak besar hingga matang dan agak crispy (karena kalau masih basah durinya nyusahin, hehe). Meanwhile, kita tumis bawang putih dan bawang merah di wajan satunya menggunakan olive oil. Penggunaan olive oil ini akan memberi karakter &#8216;penuh&#8217; di saus kita.</p>
<p>Setelah bawang putih berubah warna agak kekuningan, masukkan cabe hijau, disusul dengan tomat yang sudah dipotong kecil-kecil. Tambahkan air secukupnya dan aduk-aduk hingga tomat hampir lumat, lalu tambahkan oyster sauce dan kecap untuk menambah nuansa &#8216;seafood&#8217; dan rasa gurih. Beri garam secukupnya.</p>
<blockquote><p>Setelah ikan matang, angkat dan tiriskan. Karakter ikan ini agak rapuh, jadi kalau diaduk-aduk dalam saus, dipastikan bakal hancur. Tapi kalau saus hanya disiramkan diatas ikan, nggak akan bisa meresap dalam daging ikan kita ini. Nah, here&#8217;s the tricky part, buah simalakama kita.</p></blockquote>
<p>Untuk menyiasati problem diatas, pindahkan saus kita yang sudah matang tadi dari wajan ke wadah lain. Kemudian, letakkan ikan didalam wajan tempat kita tadi membuat saus. Lalu tatalah daun bawang chung ke atas ikan tersebut. Ngga harus terlalu rapi, asal kira-kira tersebar rata diatas ikan. Lalu siramkan sausnya.</p>
<p>Nyalakan api dan tutup wajan tersebut, kira-kira 5 menit atau hingga daun bawang chung layu. Pindah ke piring lebar ceper. Voila! Jadilah Ikan Kaca Piring Saus Chung kita!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/andylicate.wordpress.com/45/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/andylicate.wordpress.com/45/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andylicate.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andylicate.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andylicate.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andylicate.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andylicate.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andylicate.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andylicate.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andylicate.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andylicate.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andylicate.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andylicate.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andylicate.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andylicate.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andylicate.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andylicate.wordpress.com&amp;blog=3846745&amp;post=45&amp;subd=andylicate&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andylicate.wordpress.com/2008/08/14/ikan-kaca-piring-saus-chung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/80f240438af4f9478005aa896f9742e8?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Andy</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
